JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi I berhasil mencatatkan rebound ke posisi 6.484,10 pada sesi perdagangan Rabu (16/9/2026).
Merujuk pada catatan IDX Mobile, hingga pukul 12.05 WIB, IHSG terangkat tipis 0,36% atau bertambah 22,95 poin menuju ke 6.484,10. Padahal, IHSG sempat diawali dengan melemah 0,11% atau tergerus 7,24 poin ke level 6.453,91 pada sesi pembukaan pagi hari.
Sepanjang lintasan transaksi intraday, pergerakan indeks berada di posisi terendah 6.445,24 dan sempat merangkak naik hingga menyentuh titik 6.535,46. Adapun estimasi nilai kapitalisasi pasar (market cap) menembus Rp11.320 triliun. Terdata 316 saham merangkak naik, 285 saham melorot, serta 362 saham bergerak stagnan.
Sejumlah saham berhasil melesat masuk ke dalam deretan top gainers, di antaranya PT Pakuan Tbk. (UANG) yang melompat tinggi hingga 24,93% ke posisi Rp4.210, serta PT KDB Tifa Finance Tbk. (TIFA) yang ikut melonjak 24,84% menuju level Rp382. Menyusul di belakangnya, PT Mitra Energi Persada Tbk. (KOPI) yang terangkat 24,75% ke Rp252.
Pada urutan berikutnya, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) terdongkrak 21,74% ke level Rp168. Kenaikan serupa juga dirasakan saham PT Aracord Nusantara Group Tbk. (RONY) yang menguat 18,42% ke level Rp1.575.
Sementara itu, jajaran emiten yang mengisi daftar top losers meliputi Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF (XBSK) yang menguat 14,94% ke kisaran Rp410. Selanjutnya, PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) yang turut menguat 14,88% menjadi Rp382.
Di posisi berikutnya dalam BEI diisi oleh PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) yang menguat 8,63% ke level Rp127. Saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk. (FLMC) juga berada di jajaran top losers dengan menguat 8,59% ke angka Rp117. Melengkapi lima besar, saham PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk. (OLIV) menguat 7,94% ke kisaran Rp58.
Sebelumnya, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reza Diofanda mengungkapkan gelombang tekanan terhadap IHSG dipicu oleh melesatnya harga minyak dunia serta terdepresiasinya nilai tukar rupiah.
Price minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat menyentuh US$102,65 per barel, sedangkan tipe Brent berada di level US$106,93 per barel. Di saat yang sama, kurs rupiah kembali merosot ke kisaran Rp17.694 per dolar AS.
Di sisi lain, “Kenaikan UST 10Y ke sekitar 5% turut meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market,” kata Reza dalam risetnya, Rabu (16/9/2026).
Reza menguraikan bahwa tingkat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin telah menembus 92,4%.
Pasca-keputusan tersebut, perhatian pasar diperkirakan bakal bergeser pada sinyal panduan kebijakan bank sentral AS, khususnya menyangkut potensi penahanan suku bunga tinggi dalam durasi lebih lama (higher-for-longer).
Secara analisis teknikal, Reza menyebutkan IHSG telah menembus batas bawah (breakdown) moving average (MA) 20 di kisaran 6.548 dan terlempar keluar dari pola rising wedge. Indikator MACD pun telah membentuk bearish crossover, yang mengisyaratkan bahwa momentum penurunan masih berlanjut.
Mencermati situasi tersebut, IHSG berpeluang melanjutkan pengujian area support di posisi 6.390. Apabila zona ini tembus, maka support selanjutnya berada di level 6.220.