Syariah BRI Insurance

Raih Penghargaan Nasional, Unit Syariah BRI Insurance Dorong Penguatan Daya Saing Ekonomi Syariah

Raih Penghargaan Nasional, Unit Syariah BRI Insurance Dorong Penguatan Daya Saing Ekonomi Syariah
Raih Penghargaan Nasional, Unit Syariah BRI Insurance Dorong Penguatan Daya Saing Ekonomi Syariah

JAKARTA - Perkembangan industri keuangan syariah nasional kembali mencatat capaian positif. 

PT BRI Asuransi Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Insurance (BRINS) berhasil meraih penghargaan bergengsi atas kinerja Unit Bisnis Syariah dalam ajang 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Top Sharia Business Unit – General Insurance, sebagai pengakuan atas konsistensi dan kontribusi perusahaan dalam pengembangan sektor asuransi syariah di Indonesia.

Penghargaan ini menandai posisi BRI Insurance sebagai salah satu pelaku industri yang dinilai mampu beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pasar, sekaligus berperan aktif dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional. Capaian tersebut juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan perlindungan berbasis prinsip syariah yang kompetitif dan berkelanjutan.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa apresiasi ini menjadi penguatan atas langkah strategis perusahaan dalam menjawab tantangan industri.

“Prestasi ini memperkuat posisi perusahaan sebagai entitas yang kompetitif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar,” kata Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo.

Penghargaan Dorong Kontribusi Sektor Syariah

Lebih lanjut, Budi Legowo menambahkan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya bermakna bagi perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi BRI Insurance dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Penguatan sektor keuangan syariah dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, pencapaian ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, melalui penguatan sektor-sektor strategis, termasuk ekonomi dan keuangan syariah.

Pengakuan terhadap Unit Bisnis Syariah BRI Insurance juga sejalan dengan misi Asta Cita serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029 yang menempatkan kemandirian ekonomi sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

Dengan semakin kuatnya peran asuransi syariah, diharapkan masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap produk perlindungan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri keuangan nasional.

Komitmen Memberi Manfaat Lebih Luas bagi Masyarakat

Penghargaan yang diraih BRI Insurance ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Keberadaan unit bisnis syariah yang tumbuh dan berdaya saing dinilai dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi syariah.

Budi Legowo menekankan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga reputasi sebagai entitas yang adaptif dan konsisten dalam memberikan layanan perlindungan bagi seluruh nasabah, baik konvensional maupun syariah.

“Penghargaan ini memberi semangat tambahan bagi kami untuk terus fokus mencapai target kinerja serta memperkuat posisi sebagai perusahaan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” tutur Budi.

Ke depan, BRI Insurance akan terus mengembangkan layanan dan produk berbasis syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko agar pertumbuhan yang dicapai tetap berkualitas dan berkelanjutan.

Kinerja Keuangan Tunjukkan Fundamental Solid

Dari sisi kinerja keuangan, BRI Insurance mencatatkan hasil yang solid sepanjang periode berjalan. Hingga kuartal III 2025, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp467 miliar. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri asuransi.

Selain itu, profit margin tercatat sebesar 15 persen, sementara hasil underwriting mencapai 31,23 persen. Adapun premi bruto yang berhasil dibukukan hingga periode tersebut mencapai Rp3,12 triliun, menunjukkan aktivitas bisnis yang tetap bertumbuh.

Meski demikian, perusahaan mengakui bahwa secara keseluruhan kinerja keuangan hingga September 2025 masih sedikit berada di bawah Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dampak penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 yang memberikan tekanan pada pencatatan laba.

Optimisme Capai Target Premi Akhir Tahun

Kendati menghadapi tantangan pencatatan laba akibat penerapan PSAK 117, BRI Insurance tetap memandang prospek bisnis hingga akhir tahun 2025 secara optimistis. Perseroan menargetkan perolehan premi bruto di atas Rp4,5 triliun pada akhir tahun, dengan tetap mengedepankan prinsip pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta inovasi produk menjadi strategi utama perusahaan dalam mencapai target tersebut. Pengembangan unit bisnis syariah juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk keuangan berbasis prinsip syariah.

Dengan pencapaian penghargaan di tingkat nasional, kinerja keuangan yang solid, serta komitmen jangka panjang terhadap pengembangan industri syariah, BRI Insurance diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem keuangan nasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index