JAKARTA - Industri otomotif nasional mulai menunjukkan dinamika yang lebih aktif pada awal tahun 2026.
Aktivitas pembelian kendaraan meningkat, seiring pergerakan pasar yang perlahan kembali bergairah. Dalam konteks tersebut, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan capaian penjualan mobil yang masih cukup kuat, meskipun terjadi sedikit koreksi dibandingkan tahun sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan kendaraan Astra tetap menjadi salah satu indikator penting dalam membaca arah pasar otomotif Indonesia. Selain menggambarkan kondisi permintaan masyarakat, angka tersebut juga memberikan gambaran bagaimana persaingan di industri kendaraan roda empat berlangsung pada awal tahun.
Penjualan Mobil Astra pada Februari 2026
PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan data penjualan mobil Astra mencapai 38.074 unit pada Februari 2026.
Raihan ini menurun 1,22% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan penjualan mobil pada Februari 2025 sebesar 38.546 unit. Namun, secara bulanan penjualan mobil Astra melesat hingga 9,19%.
Secara rinci, penjualan mobil Astra pada Februari 2026 berasal dari jenama Toyota dan Lexus sebanyak 22.622 unit, disusul Daihatsu 13.452 unit, Isuzu 1.948 unit, serta UD Trucks sebanyak 52 unit.
Selanjutnya, penjualan mobil low cost green car (LCGC) Astra tercatat 8.316 unit pada Februari 2026, menurun 13,27% yoy dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9.589 unit.
Akumulasi Penjualan Awal Tahun
Jika dilihat secara kumulatif, total penjualan mobil Astra pada periode Januari hingga Februari 2025 mencapai 72.941 unit. Angka tersebut turun tipis 0,18% yoy dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 73.077 unit.
Sementara itu, penjualan mobil LCGC Astra mencapai 15.580 unit mulai dari Januari hingga Februari 2026. Perolehan ini menurun 18,06% yoy dari periode Januari-Februari 2025 yang tercatat 19.016 unit.
Data tersebut menunjukkan bahwa segmen LCGC masih mengalami tekanan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun secara keseluruhan penjualan kendaraan Astra masih berada dalam level yang relatif stabil pada awal tahun ini.
Perubahan Pangsa Pasar Astra
Dari sisi pangsa pasar, Astra menguasai 47% pasar mobil nasional pada Februari 2026. Angka ini menurun dibandingkan pangsa pasar pada Januari 2026 yang sebesar 52%.
Meski demikian, pangsa pasar Astra di segmen LCGC justru meningkat dari 68% pada Januari 2026 menjadi 73% pada Februari 2026.
Perubahan ini menunjukkan bahwa meskipun dominasi Astra di pasar mobil nasional sedikit berkurang pada Februari, perusahaan masih mempertahankan posisi yang kuat khususnya pada segmen kendaraan ramah lingkungan dengan harga terjangkau.
Dinamika Pasar Otomotif Nasional
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo mengatakan pergerakan penjualan pada Februari 2026 menunjukkan aktivitas pasar otomotif nasional yang lebih dinamis di awal tahun dan mencerminkan adanya peningkatan aktivitas pembelian kendaraan.
Momentum Ramadan dan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan bagi permintaan kendaraan.
"Kami akan terus berupaya menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, didukung oleh jaringan penjualan dan layanan purnajual yang terintegrasi di seluruh Indonesia,” kata Windy dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Harapan tersebut cukup beralasan mengingat periode Ramadan dan Lebaran biasanya menjadi salah satu pendorong permintaan kendaraan, baik untuk kebutuhan mobilitas keluarga maupun aktivitas perjalanan jarak jauh.
Penjualan Mobil Nasional Turut Meningkat
Sementara itu, data penjualan mobil nasional secara wholesales pada bulan Februari 2026 mencatatkan 81.159 unit. Angka ini meningkat 22% dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara kumulatif, penjualan mobil nasional sepanjang Januari–Februari 2026 tercatat sebesar 147.631 unit, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan ini menandakan bahwa pasar otomotif nasional mulai menunjukkan tren pemulihan pada awal tahun. Kenaikan penjualan secara bulanan juga mencerminkan meningkatnya aktivitas pembelian kendaraan di tengah berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, pelaku industri otomotif berharap momentum pertumbuhan dapat terus berlanjut sepanjang tahun, terutama dengan adanya periode musiman seperti Ramadan dan Lebaran yang kerap menjadi katalis bagi peningkatan penjualan kendaraan di Indonesia.