ASDP

ASDP Bakauheni Berlakukan Single Tarif Penyeberangan untuk Arus Balik Lebaran 2026

ASDP Bakauheni Berlakukan Single Tarif Penyeberangan untuk Arus Balik Lebaran 2026
ASDP Bakauheni Berlakukan Single Tarif Penyeberangan untuk Arus Balik Lebaran 2026

JAKARTA - Pergerakan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran selalu menjadi perhatian utama berbagai pihak, terutama di jalur transportasi yang menjadi penghubung antarwilayah. 

Salah satu jalur yang memiliki peran vital adalah lintasan penyeberangan antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa yang setiap tahunnya dipadati oleh penumpang dan kendaraan.

Untuk memastikan kelancaran arus transportasi selama periode tersebut, pengelola pelabuhan terus melakukan berbagai persiapan. Upaya tersebut mencakup penguatan layanan, pengaturan operasional kapal, hingga kebijakan tarif yang bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat.

Sebagai bagian dari langkah antisipasi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Pelabuhan Bakauheni menyiapkan sejumlah kebijakan operasional yang akan diterapkan selama masa angkutan Lebaran tahun ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan serta memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan kembali setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri.

ASDP Terapkan Single Tarif Selama Arus Balik Lebaran

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Pelabuhan Bakauheni menyatakan pihaknya telah menetapkan program stimulus diskon tarif dan kebijakan single tarif pada angkutan arus mudik dan balik hari Idul Fitri 1447 Hijriah.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni Partogi Tamba di Lampung Selatan, Rabu menjelaskan, single tarif akan diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni pada tanggal 23 - 29 Maret 2026.

“Tahun ini kita berlakukan single tarif, artinya tarif eksekutif kita berlakukan jadi reguler, sehingga tujuh dermaga kita akan menerapkan tarif reguler selama periode arus balik di tanggal 23 sampai dengan 29 Maret 2026,” kata dia.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempermudah pengaturan penumpang dan kendaraan selama masa arus balik yang biasanya mengalami lonjakan cukup tinggi.

Lintasan Bakauheni–Merak Jadi Jalur Vital Transportasi

Menurutnya, lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa tersebut merupakan jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik nasional.

Setiap tahun, jalur penyeberangan ini menjadi salah satu titik paling sibuk selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Banyaknya kendaraan pribadi, bus, hingga kendaraan logistik membuat pengaturan operasional di pelabuhan harus dilakukan secara optimal.

Dengan penerapan kebijakan single tarif, pengelola pelabuhan berharap arus penumpang dan kendaraan dapat lebih merata di seluruh dermaga sehingga antrean panjang dapat diminimalkan.

Penyediaan Shuttle Bus untuk Antisipasi Penumpukan

“Saat ini kita juga sudah menyiapkan shuttle bus untuk mengangkut penumpang dari terminal reguler menuju dermaga 4,5 dan 6 apabila keadaan darurat atau terjadi penumpukan penumpang di area pelabuhan,” ucapnya.

Penyediaan shuttle bus tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan di area pelabuhan, terutama pada saat volume penumpang meningkat secara signifikan.

Dengan adanya layanan ini, penumpang dapat berpindah dari terminal menuju dermaga dengan lebih cepat sehingga proses keberangkatan kapal dapat berlangsung lebih tertib.

Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penumpang selama berada di kawasan pelabuhan.

ASDP Siapkan Ratusan Personel dan Fasilitas Pendukung

Untuk mendukung operasional Angkutan Lebaran, katanya ASDP juga menyiapkan 786 personel operasional serta memperkuat berbagai fasilitas layanan seperti buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, dan optimalisasi waktu sandar kapal (port time) guna memastikan operasional berjalan lancar.

Berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh proses operasional di pelabuhan dapat berjalan dengan aman dan efisien.

Kehadiran personel tambahan juga bertujuan membantu pengaturan arus kendaraan, penumpang, serta memastikan layanan di pelabuhan tetap berjalan dengan baik selama masa angkutan Lebaran.

“Kelancaran operasional penyeberangan tidak hanya bergantung pada kesiapan operator, tetapi juga pada sinergi kuat antara regulator, operator, serta seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan,” ujarnya.

Imbauan agar Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal

Dirinya berharap dengan berbagai persiapan dari pihak ASDP, masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal serta mematuhi pengaturan operasional yang berlaku agar perjalanan mudik berlangsung lancar, tertib, nyaman, dan selamat.

Perencanaan perjalanan yang baik dinilai sangat penting, terutama selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran yang biasanya diwarnai peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan.

Dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan serta memanfaatkan layanan yang disediakan di pelabuhan, masyarakat diharapkan dapat menjalani perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Langkah-langkah yang telah disiapkan oleh pengelola pelabuhan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan transportasi penyeberangan tetap berjalan lancar selama periode penting bagi masyarakat Indonesia ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index