Instagram

Keamanan Akun Instagram: 5 Langkah Penting Cegah Peretasan dan Penipuan

Keamanan Akun Instagram: 5 Langkah Penting Cegah Peretasan dan Penipuan
Keamanan Akun Instagram: 5 Langkah Penting Cegah Peretasan dan Penipuan

JAKARTA - Di tengah meningkatnya aktivitas digital dan ketergantungan pada media sosial, keamanan akun Instagram menjadi isu yang tidak bisa lagi dianggap sepele. 

Bagi sebagian orang, Instagram bukan hanya sarana berbagi foto atau video, tetapi juga ruang kerja, etalase bisnis, hingga identitas digital yang menyimpan data pribadi bernilai tinggi. Sayangnya, meningkatnya nilai akun Instagram juga sejalan dengan maraknya kejahatan siber, terutama penipuan phishing dan pembobolan akun.

Upaya peretasan kerap menyasar pengguna yang lengah terhadap keamanan digital. Banyak kasus menunjukkan akun diambil alih hanya karena pemiliknya mengklik tautan palsu atau merespons pesan yang tampak resmi. 

Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa Instagram dikenal tidak selalu mudah dalam proses pemulihan akun yang telah diretas. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan menjadi langkah paling rasional dan aman bagi setiap pengguna.

Pengamat media sosial dari Skedsocial.com, Kyra Goodman, menekankan bahwa perlindungan akun bukanlah tindakan sekali jadi, melainkan proses berkelanjutan. Menurutnya, pengguna harus selalu waspada terhadap potensi ancaman yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Dengan menerapkan langkah-langkah pengamanan yang tepat, risiko pembobolan akun dapat ditekan secara signifikan, meskipun tidak ada sistem yang benar-benar kebal dari serangan.

Berikut ini panduan lengkap menjaga keamanan akun Instagram agar tetap terlindungi dari ancaman digital.

Aktifkan Otentikasi Dua Faktor sebagai Perlindungan Utama

Langkah awal yang paling krusial dalam menjaga keamanan akun Instagram adalah mengaktifkan otentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA). Fitur ini menambahkan lapisan perlindungan tambahan dengan mewajibkan verifikasi kedua selain kata sandi saat proses masuk akun.

Otentikasi dua faktor berbasis aplikasi dinilai lebih aman dibandingkan metode lain karena tidak mudah disusupi. Dengan sistem ini, pengguna akan menerima kode verifikasi melalui aplikasi autentikasi yang hanya dapat diakses dari perangkat terpercaya. Instagram juga memungkinkan pengguna menautkan beberapa perangkat sekaligus agar semuanya dapat menerima kode login, sebuah fitur yang sangat berguna bagi akun yang dikelola oleh tim.

Cermat Memverifikasi Pesan dan Komunikasi Resmi

Salah satu modus penipuan paling umum adalah penyamaran pesan seolah-olah berasal dari Instagram. Penting untuk dipahami bahwa Instagram tidak pernah menghubungi pengguna terkait keamanan akun melalui pesan langsung (DM). Seluruh komunikasi resmi hanya dikirim melalui email dan berasal dari domain tertentu, seperti @support.facebook.com, @support.instagram.com, @mail.instagram.com, atau @facebookmail.com.

Pengguna juga dapat memeriksa keaslian email dengan fitur bawaan Instagram. Caranya, buka profil, klik tiga garis di pojok kanan atas, masuk ke pengaturan dan privasi, lalu pilih pusat akun. Setelah itu, buka menu kata sandi dan keamanan dan klik email terbaru. Instagram akan menampilkan daftar email resmi yang dikirim dalam 14 hari terakhir.

Langkah ini membantu pengguna membedakan email asli dan palsu, sekaligus menghindari jebakan pesan yang meminta uang, menawarkan hadiah, atau mengancam penghapusan akun.

Waspada terhadap Tautan dan Lampiran Mencurigakan

Tautan dan lampiran berbahaya dapat muncul dalam bentuk email maupun pesan langsung. Sekilas, pesan tersebut bisa tampak resmi, tetapi mengkliknya tanpa verifikasi berisiko memicu pengunduhan malware ke perangkat pengguna.

Beberapa ciri pesan mencurigakan antara lain pengirim tidak memiliki foto profil, tidak memiliki unggahan, meminta informasi akun atau data pribadi, serta menjanjikan uang atau penambahan pengikut. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, pengguna disarankan segera memblokir dan melaporkan akun tersebut ke Instagram.

Sikap skeptis terhadap pesan yang tidak wajar menjadi kunci utama untuk menghindari serangan phishing.

Gunakan Kata Sandi Kuat dan Kelola dengan Aman

Kata sandi masih menjadi benteng pertama keamanan akun. Instagram merekomendasikan penggunaan kombinasi minimal enam karakter yang terdiri dari angka, huruf, dan simbol khusus seperti !$@%. Penggunaan kata sandi yang unik dan tidak berulang juga sangat dianjurkan.

Selain itu, kata sandi sebaiknya diganti secara berkala dan tidak dibagikan kepada siapa pun yang tidak benar-benar dipercaya. Menyimpan kata sandi di catatan biasa juga berisiko. Sebagai alternatif, pengguna dapat memanfaatkan pengelola kata sandi seperti 1Password atau LastPass untuk menyimpan informasi login secara aman dan terorganisir.

Keluar dari Akun di Perangkat yang Tidak Digunakan

Langkah terakhir yang sering diabaikan adalah memastikan akun Instagram keluar dari perangkat yang digunakan bersama. Pengguna disarankan untuk tidak mencentang opsi “Ingat saya” saat login di perangkat umum atau milik orang lain.

Instagram menyediakan fitur untuk memantau perangkat yang sedang aktif. Melalui menu pengaturan dan privasi, pilih pusat akun, lalu masuk ke kata sandi dan keamanan. Dari sana, pengguna dapat melihat dan mengeluarkan akun dari perangkat tertentu. Jika ditemukan perangkat yang tidak dikenal, Instagram akan meminta pengguna segera mengamankan akun dengan mengganti kata sandi.

Dengan memahami dan menerapkan lima langkah tersebut, pengguna dapat memperkuat pertahanan akun Instagram dari berbagai ancaman siber. Keamanan digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kebiasaan dan kewaspadaan. Semakin proaktif pengguna menjaga akunnya, semakin kecil peluang peretasan terjadi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index