Makanan dan Minuman

Sering Dianggap Praktis, Sepuluh Makanan dan Minuman Ini Tak Boleh Disimpan di Pintu Kulkas

Sering Dianggap Praktis, Sepuluh Makanan dan Minuman Ini Tak Boleh Disimpan di Pintu Kulkas
Sering Dianggap Praktis, Sepuluh Makanan dan Minuman Ini Tak Boleh Disimpan di Pintu Kulkas

JAKARTA - Banyak orang memanfaatkan pintu kulkas sebagai tempat penyimpanan paling praktis karena mudah dijangkau.

Botol susu, telur, hingga sisa makanan sering kali langsung diletakkan di bagian ini tanpa pertimbangan lebih lanjut. Padahal, pintu kulkas merupakan area dengan suhu paling tidak stabil dibandingkan bagian lain di dalam lemari pendingin.

Setiap kali pintu kulkas dibuka, udara hangat dari luar langsung masuk dan memicu perubahan suhu yang cukup ekstrem. Kondisi ini berisiko merusak kesegaran, rasa, hingga keamanan bahan makanan tertentu. Para koki profesional dan penata rumah sepakat bahwa ada sejumlah bahan yang sebaiknya tidak pernah disimpan di pintu kulkas karena rentan cepat basi dan terkontaminasi bakteri.

Untuk membantu penataan kulkas yang lebih aman dan efisien, berikut 10 jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dipindahkan ke rak bagian dalam kulkas atau disimpan dengan cara lain.

Mengapa Pintu Kulkas Paling Tidak Stabil Suhunya

Pintu kulkas dirancang untuk menampung bahan yang relatif tahan terhadap perubahan suhu, seperti saus atau minuman tertentu. Namun, karena sering dibuka-tutup, area ini mengalami fluktuasi suhu paling tinggi di dalam kulkas.

Ketidakstabilan suhu tersebut dapat mempercepat proses pembusukan, mengubah tekstur makanan, dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, bahan makanan sensitif sebaiknya ditempatkan di rak bagian dalam yang suhunya lebih konsisten.

Produk Susu dan Bahan Segar Paling Rentan Rusak

Produk susu seperti susu cair, keju, yoghurt, dan mentega sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Jika diletakkan di pintu kulkas, produk ini akan sering terpapar udara hangat saat pintu dibuka, sehingga lebih cepat basi dan berisiko terkontaminasi bakteri. Rak bawah bagian belakang kulkas menjadi lokasi terbaik karena memiliki suhu paling stabil.

Hal serupa juga berlaku untuk buah dan sayuran segar. Fluktuasi suhu di pintu kulkas serta risiko terbentur saat pintu dibuka dapat membuat buah dan sayur cepat layu, memar, atau mengalami fridge burn. Untuk menjaga kesegaran dan kerenyahannya, bahan segar sebaiknya disimpan di laci khusus sayuran dengan tingkat kelembapan yang terkontrol.

Sisa Makanan, Daging Mentah, dan Telur Perlu Penanganan Khusus

Sisa makanan atau leftovers memerlukan suhu yang konsisten agar tetap aman dikonsumsi. Menyimpannya di pintu kulkas justru membuat makanan lebih cepat rusak akibat perubahan suhu yang berulang. Rak atas kulkas yang stabil dan minim gangguan merupakan pilihan terbaik.

Daging mentah juga tidak boleh disimpan di pintu kulkas. Selain sensitif terhadap suhu, daging mentah berisiko meneteskan cairan yang dapat mencemari makanan lain. Jika disimpan di pintu yang sering bergerak, risiko kontaminasi semakin besar. Daging mentah sebaiknya ditempatkan di rak paling bawah dalam wadah tertutup rapat.

Sementara itu, telur yang sering diletakkan di pintu kulkas sebenarnya lebih aman disimpan di rak utama. Pintu kulkas yang sering dibuka membuat telur mudah terguncang dan retak. Perubahan suhu juga dapat memengaruhi kualitas telur. Gunakan tray telur khusus dan simpan di bagian dalam kulkas agar lebih tahan lama.

Minuman dan Produk Olahan Tak Luput dari Risiko

Minuman bersoda juga termasuk bahan yang sebaiknya tidak disimpan di pintu kulkas. Perubahan suhu dan tekanan akibat buka-tutup pintu dapat mengganggu tekanan di dalam botol atau kaleng. Akibatnya, minuman bisa bocor, muncrat saat dibuka, atau bahkan tumpah di dalam kulkas. Menyimpannya di rak tengah kulkas jauh lebih aman.

Selai kacang atau nut butter pun tidak ideal disimpan di pintu kulkas. Fluktuasi suhu dapat menyebabkan minyak dan padatan terpisah, membuat teksturnya tidak merata dan sulit dioles. Rak tengah kulkas membantu menjaga konsistensi dan kualitas rasa produk ini.

Bahan yang Tak Perlu Disimpan di Kulkas

Beberapa bahan justru tidak membutuhkan pendinginan sama sekali. Roti, misalnya, akan lebih cepat kering dan keras jika disimpan di kulkas karena proses kristalisasi pati. Selain itu, roti mudah menyerap bau dari makanan lain. Roti lebih baik disimpan di suhu ruang dalam wadah tertutup atau dibekukan jika tidak segera dikonsumsi.

Madu juga tidak memerlukan pendinginan. Suhu dingin justru mempercepat proses kristalisasi sehingga madu menjadi mengental dan berbutir. Untuk menjaga teksturnya tetap halus, madu sebaiknya disimpan di suhu ruang dalam wadah tertutup rapat.

Terakhir, botol dan wadah kaca sebaiknya tidak diletakkan di pintu kulkas. Gerakan pintu yang sering dapat membuat botol atau toples tergelincir dan jatuh. Selain berbahaya, pecahan kaca dapat mencemari makanan lain di dalam kulkas.

Dengan memahami jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak disimpan di pintu kulkas, risiko makanan cepat basi, terbuang, atau membahayakan kesehatan dapat diminimalkan. Penataan kulkas yang tepat tidak hanya menjaga kesegaran bahan makanan, tetapi juga membantu menciptakan dapur yang lebih aman dan efisien.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index