Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus Untuk Presiden Prabowo Saat Nuzulul Quran

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:55:24 WIB
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus Untuk Presiden Prabowo Saat Nuzulul Quran

JAKARTA - Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara menjadi momen penuh refleksi spiritual yang dihadiri berbagai tokoh penting negara. 

Dalam suasana religius tersebut, cendekiawan muslim Prof. Muhammad Quraish Shihab menyampaikan ceramah sekaligus memanjatkan doa khusus bagi Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam acara tersebut.

Doa yang dipanjatkan oleh mantan Menteri Agama itu bukan sekadar ungkapan harapan pribadi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral agar kepemimpinan nasional dapat membawa kebaikan bagi rakyat dan negara. Dalam ceramahnya, Quraish Shihab menekankan pentingnya nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian sebagai fondasi dalam menjalankan pemerintahan.

Cendekiawan muslim Prof. Muhammad Quraish Shihab mendoakan secara khusus Presiden Prabowo Subianto saat mantan menteri agama itu bertindak sebagai penceramah dalam acara peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026 malam.

Doa untuk Kepemimpinan Presiden

Dalam doanya, Quraish Shihab memohon kepada Allah SWT agar Presiden Prabowo senantiasa mendapatkan pertolongan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin negara. Ia berharap kepemimpinan yang dijalankan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia.

Dalam doanya yang ditujukan kepada Presiden Prabowo, Prof. Quraish yang juga pendiri Pusat Studi Al-Qur'an itu memohon pertolongan Allah SWT saat Presiden berupaya menyejahterakan rakyat, menegakkan keadilan dan menjaga serta memelihara perdamaian.

Doa tersebut disampaikan dengan penuh ketulusan di hadapan para tamu undangan yang menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang dijalankan dengan nilai-nilai spiritual dapat memberikan arah yang lebih baik bagi kehidupan berbangsa.

Terinspirasi Doa Ulama Besar Mesir

Dalam ceramahnya, Quraish Shihab menjelaskan bahwa doa yang ia sampaikan kepada Presiden Prabowo terinspirasi dari gurunya, seorang ulama besar dan ahli tafsir Al Qur’an asal Mesir, Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Syarawi.

Quraish menjelaskan doa yang dia panjatkan kepada Allah SWT untuk Presiden Prabowo itu terinspirasi dari doa gurunya, Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Syarawi, seorang ulama besar dan ahli tafsir Al Qur'an asal Mesir, yang dipanjatkan untuk Presiden Mesir.

Ia kemudian menceritakan bagaimana gurunya pernah menyampaikan doa kepada Presiden Mesir dengan menegaskan bahwa kekuasaan sejatinya berasal dari kehendak Tuhan.

“Saya ingin berdoa. Yang pertama, buat Bapak Presiden. Pak, saya punya guru, Pak. Namanya Syekh Mutawalli Sya’rawi. Beliau pernah berdoa kepada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat: Kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka. Semua kekuasaan bersumber dari Tuhan,” kata Quraish Shihab kepada Presiden Prabowo.

Harapan untuk Kesejahteraan Rakyat

Melanjutkan ceramahnya, Quraish Shihab mengungkapkan bahwa doa tersebut mengandung harapan agar pemimpin yang diberi amanah dapat membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat siap mendukung kepemimpinan yang berupaya memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Baru beliau berkata, dan ini yang ingin saya doakan buat Bapak, katanya: Saya tidak tahu, boleh jadi kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami, rakyat, dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak,” sambung Quraish.

Doa tersebut mencerminkan harapan agar hubungan antara pemimpin dan rakyat dapat terjalin dengan baik. Menurut Quraish, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh dukungan masyarakat yang dipimpinnya.

Doa untuk Keadilan dan Perdamaian

Pada bagian akhir doanya, Quraish Shihab kembali menegaskan harapannya agar Presiden Prabowo mendapatkan pertolongan Tuhan dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara.

Di penghujung doanya, Quraish berdoa agar Presiden Prabowo selalu mendapat pertolongan Tuhan dalam menegakkan keadilan dan menjaga perdamaian.

“Tapi kalau Bapak, kalau Yang Mulia, katanya, menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak,” ujar Quraish melafalkan kalimat terakhir doanya untuk Presiden.

Melalui doa tersebut, Quraish Shihab mengingatkan bahwa keadilan dan perdamaian merupakan nilai penting yang harus dijaga oleh setiap pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

Doa Bersama Penutup Ceramah

Menutup ceramahnya, Quraish Shihab mengajak seluruh peserta yang hadir dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut disebutnya sebagai doa yang singkat namun sarat makna.

Di akhir ceramahnya, Quraish mengajak seluruh peserta acara peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara untuk berdoa bersama-sama. Doa yang disebut oleh Quraish, "singkat, diajarkan oleh Nabi (Muhammad SAW), dan dibaca oleh Nabi setiap selesai shalat".

Doa tersebut merupakan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan sering dibaca setelah melaksanakan shalat.

"Ya Allah, Engkaulah yang Maha Damai. Dari-Mu bersumber kedamaian. Kepada-Mu kembali kedamaian. Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kelak di surga-Mu, surga yang penuh dengan kedamaian. Wahai Tuhan penyandang kemuliaan dan keagungan," demikian doa yang dilafalkan pada penghujung ceramah Quraish Shihab.

Melalui doa bersama tersebut, suasana peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara ditutup dengan penuh kekhusyukan. Momen ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terkini