Gubernur Jatim Dorong Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Cetak Generasi Mandiri

Senin, 26 Januari 2026 | 10:22:35 WIB
Gubernur Jatim Dorong Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Cetak Generasi Mandiri

JAKARTA - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini mulai diarahkan sejak bangku sekolah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melihat lingkungan pendidikan tidak hanya sebagai tempat belajar teori, tetapi juga ruang praktik yang mampu menanamkan keterampilan hidup sejak dini. 

Melalui pemanfaatan lahan sekolah yang selama ini kurang produktif, konsep pendidikan berbasis inovasi dan ketahanan pangan mulai diperkenalkan kepada para siswa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungannya terhadap penerapan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap) yang dijalankan di sekolah negeri maupun swasta. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sejak usia sekolah.

Program Sikap lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya lahan di lingkungan sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tidak sedikit area sekolah yang justru menjadi tempat pembuangan sampah atau dibiarkan terbengkalai tanpa fungsi produktif. Kondisi tersebut kemudian mendorong lahirnya gagasan untuk mengubah lahan kosong menjadi sarana pembelajaran yang bernilai ekonomi dan edukatif.

Pemanfaatan Lahan Sekolah Jadi Dasar Program Sikap

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan direalisasikan sejalan dengan agenda nasional dalam membangun ketahanan pangan. Gagasan ini muncul dari hasil diskusi bersama jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Seiring dengan program nasional membangun ketahanan pangan, saya mendiskusikan ini dengan Pak Aris (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim) dan ketemulah format Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap)," katanya di Kediri.

Melalui program ini, sekolah didorong untuk mengembangkan inovasi sesuai dengan potensi dan jurusan yang dimiliki. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini diubah menjadi area peternakan, pertanian, hingga perikanan yang dikelola langsung oleh siswa dengan pendampingan guru dan mitra usaha.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan dan kemandirian pada peserta didik.

SMKN 1 Plosoklaten Jadi Contoh Implementasi Awal

Pada peresmian program Sikap di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi kepada sekolah tersebut yang dinilai telah lebih dahulu melakukan inisiasi program ketahanan pangan. Sekolah itu mengembangkan berbagai inovasi dengan memanfaatkan lahan sesuai kompetensi keahlian yang diajarkan.

Menurut Gubernur, langkah yang dilakukan SMKN 1 Plosoklaten merupakan bentuk pembelajaran langsung bagi siswa atau learning by doing. Siswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik kerja yang relevan dengan dunia usaha dan industri.

"Jadi pada dasarnya mereka sudah semacam latihan kerja di sini. Kalaupun mereka magang ya sudah magang di sini. Dan kemitraan, partnership ini luar biasa. Jadi ada yang melakukan mentoring dan sekaligus offtaker. Sehingga apa yang dihasilkan itu sudah langsung ketemu dengan offtaker," ujar dia.

Kemitraan dengan dunia usaha dinilai menjadi kekuatan utama program ini. Kehadiran mitra tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penjamin hasil produksi yang telah memenuhi standar pasar.

Standarisasi Industri Dikenalkan Sejak Bangku Sekolah

Gubernur Khofifah menambahkan bahwa keterlibatan offtaker dari korporasi memberikan nilai tambah bagi siswa. Dengan adanya mitra industri, siswa menjadi lebih memahami standar yang harus dipenuhi agar produk dapat diterima pasar.

Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai persyaratan, mulai dari pengambilan bibit ayam, produksi telur ayam, hingga telur omega yang memiliki spesifikasi tertentu. Proses tersebut memberikan gambaran nyata tentang tuntutan dunia usaha yang kelak akan mereka hadapi.

Selain itu, siswa juga diberikan tanggung jawab secara bergilir melalui sistem piket. Mereka ditugaskan untuk merawat ternak, seperti breeding ayam, yang membutuhkan perhatian dan perawatan intensif. Pola ini melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kemampuan manajemen waktu.

Hasil dari pengelolaan tersebut terlihat dari kondisi kandang ayam, sapi, kambing, hingga lahan pertanian yang terawat dengan baik.

Simulasi Dunia Kerja Lewat Monitoring dan Hilirisasi

Menurut Gubernur, seluruh proses dalam program Sikap dirancang menyerupai siklus dunia kerja yang sesungguhnya. Siswa terlibat dalam monitoring kegiatan selama 24 jam dan memahami alur produksi dari hulu hingga hilir.

"Selama 24 jam monitoring dan anak-anak juga mengikutinya. Itu menjadi siklus bagaimana ketika nanti mereka akan masuk pada dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, mereka sepertinya sudah berproses di sini. Jadi peternakannya bagus, kemudian pertaniannya juga bagus. Kemudian ada juga hilirisasinya," katanya.

Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus karena telah memiliki pengalaman praktik yang relevan.

Dukungan Luas dan Apresiasi untuk Sekolah di Jatim

Dalam rangkaian kegiatan di Kediri, Gubernur Khofifah juga melakukan pertemuan daring melalui zoom meeting dengan SMK dan SMA dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan di masing-masing daerah.

Gubernur berdialog langsung dengan perwakilan sekolah dan memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dijalankan. Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur juga melakukan penanaman bibit tanaman, menabur benih ikan, serta memberikan pakan ikan di kolam SMKN 1 Plosoklaten.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Susenon, serta tamu undangan lainnya, menandai komitmen bersama dalam menguatkan peran sekolah sebagai pusat edukasi ketahanan pangan dan kemandirian generasi muda.

Terkini