Indika Energy Perkuat Langkah Pengembangan Tambang Emas Awakmas Akhir 2026

Jumat, 28 November 2025 | 13:01:23 WIB
Indika Energy Perkuat Langkah Pengembangan Tambang Emas Awakmas Akhir 2026

JAKARTA - Penguatan strategi ekspansi bisnis nonbatu bara terus menjadi fokus PT Indika Energy Tbk. (INDY), dan proyek tambang emas Awakmas kini menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi tersebut.

Alih-alih hanya menjadi penonton dalam perubahan dinamika industri energi, INDY memposisikan Awakmas sebagai proyek kunci yang dapat memperkuat kinerja perusahaan pada masa mendatang. Seiring meningkatnya urgensi diversifikasi usaha, perkembangan terbaru konstruksi tambang yang telah menembus 43% menjadi sinyal bahwa perusahaan serius berlari menuju target produksi akhir 2026.

Momentum ini tidak hanya menggambarkan progres lapangan, tetapi juga menunjukkan kesiapan INDY dalam mengelola proyek berskala besar. Hingga Oktober 2025, perusahaan telah menanamkan investasi US$234 juta untuk pembangunan fasilitas inti Awakmas. Besarnya realisasi ini menandai komitmen INDY dalam memastikan seluruh tahapan bisa berjalan sesuai jadwal. Terlebih lagi, akuisisi lahan telah mencapai 99%, sehingga pekerjaan konstruksi dapat terus bergerak tanpa hambatan administratif yang berarti.

Dalam paparan publik yang berlangsung Kamis, 27 November 2025, Direktur dan Group Chief Financial Officer Indika Energy, Retina Rosabai, menegaskan bahwa semua proses kini diarahkan untuk mencapai penyelesaian pembangunan pada 2026. 

Ia menyampaikan bahwa, “Target kami adalah mencapai completion development pada 2026, produksi di akhir 2026, dan commercial production di 2027.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan roadmap yang terstruktur, mulai dari pembangunan konstruksi hingga tahap produksi komersial.

Fokus Pendanaan dan Upaya Memperkuat Struktur Modal

Seiring meluasnya kebutuhan pengembangan proyek, kebutuhan pendanaan juga semakin meningkat. Retina menjelaskan bahwa INDY saat ini tengah berdiskusi dengan sejumlah bank untuk kemungkinan melakukan upsize pinjaman. 

Pada Juni lalu, perusahaan telah mendapatkan fasilitas sindikasi senilai US$375 juta dari empat bank, namun besarnya kebutuhan pada fase konstruksi membuat opsi peningkatan pembiayaan terus dijajaki. “Tentunya dengan asumsi kami bahwa bauran biayanya akan meningkat, saat ini kami sedang berbicara dengan beberapa bank, potensi kemungkinan kami upsize loan tersebut,” ujarnya.

Langkah penguatan pendanaan ini menggambarkan bahwa INDY berusaha memastikan kelancaran pengerjaan proyek tanpa hambatan arus kas. Mengingat skala tambang Awakmas yang besar, pendanaan yang solid menjadi kunci agar seluruh target pembangunan dapat dipenuhi tepat waktu.

Harapan Produksi dan Optimisme Terhadap Harga Emas

Dari sisi operasional, Direktur INDY, Johanes Ispurnawan, menyampaikan bahwa perusahaan sangat berharap seluruh tahapan proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal. Jika semua fase berjalan lancar, produksi komersial pada 2027 akan menjadi titik balik bagi kontribusi bisnis emas terhadap pendapatan perusahaan. “Dengan demikian, pada 2027 semuanya bisa berjalan sesuai rencana INDY dan akan mulai menghasilkan,” tuturnya.

Optimisme ini turut ditopang oleh pandangan positif perusahaan terhadap prospek harga emas global. Johanes menjelaskan bahwa pada tahun ini dan 2026, INDY memperkirakan harga emas akan bergerak pada kisaran US$4.000–US$4.200 per troy ounce. Ia menambahkan, kondisi global akan banyak memengaruhi pergerakan harga emas. 

Menurutnya, jika harga benar-benar mencapai US$4.200, peluang peningkatan produksi di tahun pertama menjadi sangat terbuka. “Apabila harga emas mencapai US$4.200, kemampuan Masmindo untuk meningkatkan produksi tahun pertama adalah 100.000 troy ounce. Kemudian tahun 2028 kami bisa meningkatkan produksi menjadi 150.000 troy ounce, itu akan menjadi sangat baik buat kami,” ujarnya.

Potensi dan Karakteristik Proyek Tambang Awakmas

Tambang Awakmas berada di bawah pengelolaan PT Masmindo Dwi Area, anak usaha INDY yang menjadi pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7. Lokasinya berada di Sulawesi, dengan area konsesi mencapai 14.390 hektare. 

Dari luas tersebut, area pengembangan awal mencakup sekitar 1.444 hektare. Proyek ini disebut memiliki potensi sumber daya emas sebesar 2,55 juta ons, sementara cadangan terukur berada pada angka 1,51 juta ons. Dengan potensi tersebut, umur operasional tambang diproyeksikan mencapai 15 tahun.

Keberadaan Kontrak Karya juga membuat Masmindo memiliki landasan legal yang kuat dalam memanfaatkan potensi tambang tersebut dalam jangka panjang. Berdasarkan kontrak, perusahaan memiliki hak eksplorasi dan eksploitasi hingga tahun 2050, dan masih dapat diperpanjang melalui IUP-K sampai 2070. Durasi tersebut memberikan ruang bagi INDY untuk mengoptimalkan operasi, memperluas potensi, dan memaksimalkan kontribusi proyek terhadap kinerja keseluruhan grup.

Langkah Indika Energy Mengukuhkan Arah Baru Perusahaan

Secara keseluruhan, perkembangan terkini proyek Awakmas memperlihatkan arah baru INDY dalam memperkuat portofolio nonbatu bara. Dengan konstruksi yang terus maju, pendanaan yang diperkuat, dan estimasi harga emas yang positif, perusahaan terlihat semakin yakin dalam menapaki transformasi bisnisnya. 

Realisasi produksi pada akhir 2026 dan menuju komersialisasi pada 2027 diharapkan menjadi tonggak penting bagi Indika Energy dalam memperkuat ketahanan usaha di tengah perubahan lanskap energi global.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:44 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:05 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:16:59 WIB